Cara dan Syarat Pelaksanaan Umroh Sesuai Sunnah

Setiap muslim harus mengetahui tata cara dan syarat pelaksanaan umroh sesuai sunnah. Karena tujuan umroh adalah beribadah kepada Allah SWT.

Dalam tata cara umroh, jamaah melaksanakan beberapa ritual ibadah di kota Mekah, khususnya di Masjidil Haram. Mereka bisa mengerjakan ibadah umroh sewaktu-waktu, setiap hari, setiap bulan, setiap tahun, kecuali waktu-waktu yang dilarang. Tata cara umroh intinya hanya melakukan thawaf dan sai. Keduanya didahului dengan memakai pakaian ihram di miqat (tempat) yang telah ditentukan dan diakhiri dengan tahallul (bercukur).

Namun setiap muslim harus mengetahui tata cara dan syarat pelaksanaan umroh sesuai sunnah, beserta doa dan bacaannya. Karena tujuan umroh adalah beribadah kepada Allah dengan mengikuti syarat dan rukun tertentu. Tata cara pelaksanaan umroh dimulai dengan membaca niat dan memakai pakaian ihram dari miqat-miqat yang telah ditentukan. Miqat adalah garis start seorang jamaah yang hendak melakukan ibadah umroh.

 

  1. Dari bandara menuju miqat Masjid Dzulhulaifah atau lebih dikenal Abyar ‘Ali.

    Cara dan Syarat Pelaksanaan Umroh Sesuai Sunnah
    Di miqat yang terletak di Madinah ini, para jamaah melakukan persiapan sebelum ihram, mulai dengan mandi, mengenakan pakaian ihram, berwudhu dan mengerjakan sholat sunnah ihram 2 rakaat.

    Setelah itu niat mengerjakan ibadah umroh dengan membaca bacaan niat umroh yaitu Labbaikallahumma ‘umratan. Yang artinya ‘Aku sambut panggilanMu ya Allah untuk menjalankan umroh’.

  2. Setelah mengenakan pakaian ihram, seorang jamaah umroh dilarang untuk melakukan hal-hal yang sudah ditentukan syariat.

    Cara dan Syarat Pelaksanaan Umroh Sesuai Sunnah
    Bagi pria, dilarang:

    • memakai pakaian biasa
    • memakai alas kaki yang menutupi mata kaki
    • menutup kepala dengan peci, topi, dan sebagainya

    Bagi wanita, dilarang:

    • memakai kaos tangan
    • menutup muka

    Bagi pria dan wanita, dilarang:

    • memakai wangi-wangian
    • memotong kuku, mencukur atau mencabut rambut/bulu
    • memburu atau mematikan binatang apa pun
    • menikah, menikahkan atau meminang wanita untuk dinikahi
    • bermesraan atau berhubungan intim
    • mencaci, bertengkar atau mengeluarkan kata-kata kotor
    • memotong tanaman di sekitar Mekah
  3. Menuju Masjidil Haram di Mekah

    Cara dan Syarat Pelaksanaan Umroh Sesuai Sunnah
    Dalam perjalanan, memperbanyak bacaan kalimat talbiyah yang selalu diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika umroh dan haji.

    LABBAIK ALLAHUMMA LABBAIK. LABBAIK LAA SYARIKA LAKA LABBAIK. INNAL HAMDA WAN NI’MATA LAKA WAL MULK LAA SYARIKA LAK


    Artinya:

    ” Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu”

    Akhir waktu membaca talbiyah untuk umroh adalah saat akan memulai thawaf.

  4. Melakukan thawaf

    Cara dan Syarat Pelaksanaan Umroh Sesuai Sunnah
    Saat masuk Masjidil Haram, disarankan untuk mengucap doa

    BISMILLAH WASH SHOLATU WAS SALAMU ‘ALA RASULULLAH. ALLAHUMMAFTAHLI ABWABA RAHMATIKA

    Artinya: Dengan nama Allah, shalawat dan salam untuk Rasulullah. Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.

    Setelah itu turun dan terus menuju tempat thawaf (mataf). Jamaah mulai thawaf dari garis lurus (area dekat Hajar Aswad) antara pintu Kabah dan tanda lampu hijau di lantai atas Masjidil Haram.

    Pada putaran 1-3 jamaah pria dianjurkan untuk lari-lari kecil. Sedangkan pada putaran 4-7 dengan jalan biasa. Sementara untuk tata cara umroh wanita tidak ada lari-lari kecil saat melakukan thawaf.

    Sepanjang thawaf, membaca doa saat berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Doa saat thawaf yang selalu dibaca oleh Rasulullah SAW adalah doa sapu jagad, yaitu:

    RABBANA ATINA FIDDUNYA HASANATAN WA FIL AKHIRATI HASANATA WA QINA ‘ADZABANAR

    Artinya:

    “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.”

  5. Sholat 2 rakaat di depan Maqom Ibrahim

    Cara dan Syarat Pelaksanaan Umroh Sesuai Sunnah
    Maqom Ibrahim bukanlah kuburan dan tidak pula tempat yang terkait dengan kuburan lain. Namun di tempat itu Nabi Ibrahim pernah berdiri dalam rangka membangun Kabah. Rakaat pertama membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat Al-Kaafiruun. Rakaat kedua membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat Al-Ikhlas.

  6. Melakukan sai antara Safa dan Marwah 7 kali bolak balik

    Cara dan Syarat Pelaksanaan Umroh Sesuai Sunnah
    Sai dimulai dari Safa ke Marwah yang dihitung sebagai satu kali perjalanan. Jadi, Safa ke Marwah 1, Marwah ke Safa 2, dan seterusnya. Sai berakhir di Marwah. Sai dikerjakan dengan berjalan, tapi pada batas di antara 2 lampu hijau, berlari-lari kecil.

    Sai ini merupakan penghargaan Allah SWT kepada istri Nabi Ibrahim. Saat itu istri Nabi Ibrahim, Siti Hajar, bolak-balik antara Safa dan Marwah sebanyak 7 kali dalam rangka mencari air untuk minum putra beliau yaitu Nabi Ismail.

  7. Melakukan tahallul

    Cara dan Syarat Pelaksanaan Umroh Sesuai Sunnah
    Tahallul adalah akhir dari pelaksanaan ibadah umroh yang ditandai dengan bercukur. Untuk laki-laki lebih baik dicukur sampai gundul, tapi jika tidak sampai gundul tak mengapa. Sedangkan untuk tata cara umroh wanita hanya dicukur ala kadarnya.

    Dengan melakukan tahallul, maka sudah sempurna tata cara ibadah umroh lengkap sesuai sunnah.

    Refrensi:
    https://www.dream.co.id/your-story/tata-cara-umroh-181122z.html
    https://rumaysho.com/2654-tata-cara-pelaksanaan-umrah333.html

About the author

Achmad adalah CoFounder dan CEO Cutihalal.com dengan pengalaman di bidang desain, IT dan marketing. Achmad mendirikan cutihalal.com pada 2017. Achmad juga merupakan seorang writer dan Editor.

Leave a Reply

Ads

5 Paket Tour Terbaik

Ads